WE ARE WILLIS CREW
MEDAN, GG MURNI 09 JL.WILLIAM ISKANDAR
YOU CAN FIND THE CHURCH LOCATED WITH THE ADRESS ABOVE.WE 'D LIKE TO KNOW YOU AND LOVE U AS BEST FRIEND OF US.IT'D BE AGREAT HONOUR IF YOU COME AND JOIN US IN WILLIS CREW. GOD LOVES U ALL AND WELLCOME...
Perjalanan sekitar 45 menit dari Willis akhirnya berhenti di depan sebuah bangunan gereja yang sederhana. “ Akhirnya, sampai juga….” celutuk seorang teman yang mungkin juga merasakan perasaan yang sama dengan yang kita raskan. Jalan berbatu dengan kerikil2 tajam juga berdebu sempat membuat kuatir, kita takut teman2 yang naik sepeda motor (ennie cs) akan terganggu oleh hal-hal sepele yang bisa membuat mereka telat datang di gereja. Dan ternyata semuanya lancar walaupun sebenarnya kita juga sudah terlambat beberapa menit.Genggaman erat dan senyum hangat serta ucapan selamat sabat dan selamat datang yang bersahabatdari anggota GMAHK Palu Gelombang sanggup mengikis sisa2kelelahan n kekuatiran. Acara SS yang dipimpin oleh Aldy Sinambela hingga kotbah yang disampaikan oleh Alfred berjalan dengan lancar. Sekitar 14 orang PA Senior Willis dan ditambah hampir semua jemaat PG mengikuti jamuan makan siang dan acara ramah-tamahdirumah Bpk Nainggolan, yang pada hari itu masih tetap suka bercanda walau gurat2 kelelahan dan ketuaan sudah jelas menghias wajahnya.
Sudah berakhir kah…?
Belum , kita masih harus kembali kegerja pada pukul 15.00 untuk acara PA ( tapi sebelumnya sudah “tidur missal” sehabis menyantap makan siang…. red.)
Acara PA, berjalan seperti biasa layaknya di Willis, heboh buangettttttttt. (rebut kaleeee…red.) Sri, yang empunya acara permainan yg terlihat lebih cantik sore itu membuat kita tertawa deras sepanjang permainan yang aneh, susah dan menyenangkan itu ( permainan apa namanya…)
Aldy, King , William Z, juga memanaskan suasana paada acara pembahasan dengan opini2 mereka yang tajam, akurat dan actual terkait kasus “ Buah “ yang ada di Taman Eden.
Terimakasih kepada Bpk .Ht.Gaol, Ibu nainggolan dan (sodaranya si Ennie…marga apa ya..) yang sudah menyertai acara dari pagi hingga sore.
Kita mengakhiri acara pada pukul 17.45 setelah terlebih dahulu mendengarkan renungan penutup yang dibawakan oleh Sabar ( bukan renungan tutup Sabat bro, soalnya masih terang benderang…red.) dan akhirnya Goodbye….mobil jemputan dah datang dari tadi. But wait…a minute! What Else…!!
“Apa yang dipersatukan oleh Allah tidak dapat dipisahkan oleh manusia,…” adalah kutipan kalimat penutup setiap kali pendeta mengadakan pemberkatan pernikahan dan hal yang sama jugakita bisa dengarkan di pernikahan saudara Ardiles Pandiangan yang dilangsugkan di GMAHK Willis. Rabu, 24 Februari 2010 tentunya adalah hari special yang tidak bisa disangkal bagi keluarga bapak RA Pandiangan dan juga keluarga Kacaribu. Pada hari dimana anak ke -3 di keluarga Pandingan, Ardiles, akhirnya melangkah ke pernikahan kudus, bapak Pandiangan dengan setelan jas abu2 terlihat gagah walau sudah semakin tua. Harapan untuk melihat dua anak laki2 nya yang lain menyusul mungkin juga sudah terselip di lubuk hati yang paling dalam. (jangan lama-lama Fred….red.) Walau kedua mempelai bekerja di dua daerah yang berbeda , ternyata waktu dan jarak yangmemisahkan sepasang kekasih ini buykanlah perkara besar. Lubuk Pakam-Pekan Baru sudah di taklukkan (ha..ha..ha…red).
Senyum bahagia dihari pernikahan kudus tidak hanya menjadi milik kedua mempelai tapi juga terpancar dari wajah-wajah para pengiring khususnya saudara King Goek2 yang pada saat itu mendapat pasangan luarrrrrrrrrrr biasa cantik. (Apa yang ada di benak beliau ini kita kurang tau…red) Mungkin anak bungsu dari keluarga Raja Guk-guk ini juga akan menyusul ( mmmmm…pan…….mu ma King !!!! red.)
Acara pernikahan ini terlihat beda dengan sebelumnya karena orang-orang yang hadir lebih banyak, soalnya setelah selesai pemberkatan di gereja, langsung jamuan makan disamping gereja( oooo.....makan toh.) Dan anda tahu…It’s not over yet, Pesta belum selesai !!!!!!Esok harinya masih adacara adat yang akan dilaksanakan di kampong halamannya pihak perempuan. ( Dua kali makan neh…………!!!)
Kebahagiaan yang sama juga bukan hanya milik gmhk Willis adja, esok harinya, tepatnya Kamis 25 Februari ’10 acara yang sejenis berlangsung di GMAHK Dr.Mnsyur.
( Siapa yang menikah ya…red.)
Pemberkatan nikah yang dipimpin oleh Pdt. Nikson Siringo-ringo ini berlangsung dengan lancardan hikmad walau ada tanda2 kelelahan di wajah satu-dua orang yang dari Balige. Balige…? ya, itulah kampoeng halamnnya mempelai pria yang terlahir sebagai putra bungsu keluarga Na 70 dari GMAHK Balige. Pemberkatan ini juga di hadiri oleh banyak oreang, gereja di hias dengan begitu indah ( disesuaikan dengan pengantin wanitanya yang juga cantik. Suasana terasa berbeda, begitu hikmad dan tenang ketika kedua mempelai mengucapkan sumpah pernikahan.Suasana ini makin terasa ketika ke dua mempelai sungkem kepada ortu .Peluk-cium dan air mata bahagia adalah bagian tak terpisahkan yang seringmenghias setiap acara pemberkatan nikah seperti ini. Happy wedding B’ Jose.(red)
Are we weak and heavy leiden, take it to the lord in prayer... Kutipan lagu diatas mungkin kurang cocok dengan yang kita bicarakan disini. ( tapi setidaknya ada kutipan kalimat “Take it to the Lord in Prayer…”) Hanya itulah asa yang ada di benak anggota GMAHK Willis, sehingga apa yang dimulai harus diteruskan hingga akhir. Jemaat kecil Willis, kembali melanjutkan renovasi gereja yang sudah sempat terhenti oleh karena alasan klasik se dunia. Selama renovasi finishing touch (pasang keramik, altar, teras ) perbaktian diadakan di rumah Op. SimbolonToba Nauli selama dua kali perbaktian Sabat.Perbaktian di rumah yang mengingatkan memori zaman doeloe ( gereja Willis belum ada) bagi tua-tua jemaat tentunya menjadi citarasa tersendiri. (yang muda berkarya donk, buat cerita di masa tua.red) ”gak ada uang buat gaji tukang ”, adalah penggalan kalimat yang akrab diantara anggota GMAHK Willis yang kecil ini,try to guess why...GMAHK Willis bukanlah jemaat yang dihuni oleh orang orang berduit yang punya relasi ok, tapi hanya sekumpulan orang sederhana yang kalau di pandang dari sudut finansial tidak dapat dibandingkan dengan jemaat lain di kota Medan. Yang mereka punya hanya secercah harapan akan memiliki bangunan gereja yang lebih baik dan ditambah sedikit uang receh yang mereka sudah rogoh berulang kali ditambah dengan seorang pendeta yang gigih.Ya, itulah yang mereka punya. Tapi Tuhan tidak akan pernah izinkan rumahnya terbengkalai karena alasan sederhana itu. Dia kirimkan banyak orang berhati mulia yang tidak dapat kita sebutkan satu-persatu, orang-orang yang perduli, tua dan muda, semuanya datang ulurkan tangan ’tuk selesaikan pekerjaan renovasi. Diberkatilah mereka yang kalau kita telusuri banyak dari mereka yang belum pernah melihat GMAHK Willis secara langsung . Mereka hanya mendengar dan yang mereka lakukan kemudian adalah merogoh kantung . Thank God,tolong berkati mereka. Pekerjaan rumah Tuhan 95% sudah selesai, bagunan gereja sudah bisa dipakai,tinggal sedikit lagi.... Hari ini terlihat lebih indah, senyum lebih lebar dan tawa lebih nyaring. Biarlah kita semua berdoa buat jemaat kecil ini yang sudah memberi hati dan pikiran ’tuk perbaikan rumah Tuhan ini, kiranya bukan hanya renovasi fisik gereja yang bisa dilakukan tapi juga renovasi hati. Kita juga tidak lupa berterimakasih kepada Op. Simbolon Toba Nauli yang sudah menyediakan rumahnya sebagai tempat perbaktian selama renovasi. Tuhan kiranya berikan kesehatan dan umur panjang. Buat saudara2 yang terkasih semua, kita ucapkan selamat datang dan selamat berbakti di GMAHK William Iskandar....
Minggu Sembahyang Rumah Tangga dengan materi pelajaran yang luar biasa akhirnya ditutup hari ini, Sabat, 20 Februari 2010. Setiap malam dibawakan oleh Bpk M Sihole, William Zai, Syarif ( Kamis), Bpk.M Pasaribu (Jumat) dan penutupan Sabtu oleh Str. Sitanggang. Setiap malam dihadiri sekitat 20-30 orang ( agak sedikit ya, tapi sudah lebih baik dari minggu2 sembahyang sebelumnya..red.) Materi pembentukan RT yang harmonis, pendidikan anak dan hubungan anak dengan orang tua, diharapkan akan menjadi pelajaran berharga buat semua anggota keluarga, khususnya orang2 muda yang akan menuju kesana. Keluarga yang harmonis, satu visi dan misi yang menjadikan Tuhan sebagai center hubungan antar anggota keluarga. Thank God
”...kita PA diluar adja ya bro....” demikian sepenggal kalimat yang meluncur dari bibir tipis yang jarang bergetar milik Pimpinan tertinggi Pemuda Advent Willis, wak Alfred, sembari mengangkat bangku2 kecil dari dalam gereja. Tidak terlalu lama dalam hitungan hampir 20 menit ( ha....? lama buanget..maklum, semua senior.red ) sudah terbentuk lingkaran kecil di samping gereja. Ya kita PA di luar gereja , maklum gereja belum kelar sepenuhnya. Sore itu kita merencanakan kegiatan jangka panjang, repelita kali ( bah...!!! kelamaan..!!!!!) yang dalamnya termasuk kunjungan ke Samosir ( ongkos pribadi kahn,,red.), Panti Asuhan, Palu Gelombang, dll, dan rencana jangka pendek yang akan dilakukan dalm hitungan menit !!!! ( apaaan neh...red.) ya, makan gorengan maksudnya. Pembicaraan kita sebenarnya hanya sedikit tapi menghabiskan waktu sepanjang PA ( dapat dimaklumi, semuanya kahn pintar2, sekelas ketua PA gitu lah...ha..ha ..ha..ha ( I LOP U PUL.. yes I lop U apul....) dan renungan tutup Sabat yang mengajak orang2 muda tuk tidak mudah patah arang , dan tetapmeminta kebijakan dari Tuhan, di bawakan oleh solois kita aunt Windy Goeltom. Eh, ampir ketinggalan...., Sore itu kita di kunjungi 2 orang sobat kita dari martapura, pasangan terbaik abad ini. Itu tuh sobat kita yang menunggang porsche hitam, spesialis IT gitu...yang ramah n suka senyum , yang....aaa itulah dia double ”W”. Thank u bro n ’ter dah datang,,,,GBU all.
Bagaikan petir menghentak, ketika berita terdengar menusuk hingga ke lubuk hati yang paling dalam ."Bang, Kita melawat ke tempat duka", siapa yang berduka di GMAHK Willis..? Bukan kah di masih terlalu muda, terlalu cepat, terlalu periang, terlalu lembut dan dia...sangat polos. Kita para crew yang sempat mengenalnya, bukankah ini semua menyakitkan...?Kita pernah berjalan bersamanya, tertawa, bermain dan pernah juga menangis...ya kita semua mengasihinya, semuanya.Goodbye eva...( we'll write more..}
Perjamuan Kudus merupakan keikutsertaan dalam lambang tubuh dan darah Yesus sebagai suatu ungkapan iman kepada-Nya, sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. Dalam pengalaman komuni ini Kristus hadir untuk bertemu dan menguatkan umat-Nya. Pada saat kita ambil bagian, kita dengan sukacita mengabarkan kematian Tuhan sampai la datang lagi. Persiapan perjamuan itu meliputi pemeriksaan diri, pertobatan, dan pengakuan. Tuhan mengesahkan upacara pembasuhan kaki yang menandakan pembersihan kembali, mengungkapkan suatu kesediaan untuk melayani satu sama lain dengan rendah hati seperti Kristus, dan mempersatukan hati kita dalam kasih. Upacara perjamuan terbuka bagi semua orang Kristen yang percaya. (1 Kor. 10:16, 17; 11:23-30; Mat. 26:17-30; Why. 3:20; Yoh. 6:48-63; 13:1-17).
Secara umum ini lah kesepakatan yang kita terima sebagai orang Kristen, dan memang sebagian besar kita melakukannya.Kalau kita persentasekan mungkin ada sekitar 98,..% orang yang melakukannya.Dan yang mau kita singgung disini bukan yang 98 persen itu tapi yang 2 % nya. Beberapa dari kita pernah satu atau dua kali atau beberapa kali melihat kelompok yang sedikit ini dan bisa jadi satu atau dua orang dari teman2 adalah subjeknya. Ada apa gerangan di balik keengganan mereka tuk melakukanataupun mengikuti perjamuan kudus.
Secara pribadi, saya coba tanya ke satu atau dua teman danjawaban yang saya dengar hampir sama dengan yang saya sampaikan ke orang lain ketika saya berada padaposisi yang sama. "KURANG SIAP, BELUMSIAP, LAIN KALI.."Itu adalah untaian kata2 yang paling sering kita dengar pada saat2 dimana perjamuan kudus hendak di lakukan.Terkadang saya pun merasa enggan bahkan terkesan takut melakukannya, karena merasa tidak layak ataupun karena dosa/kesalahan yang bolak balik dilakukan. Tapi memang harus di lakukan ....So mungkin di antara teman2 ada yang mau kasih waktu tuk bantu atasi keraguan ini atau kali kita punya waktu luang tuk coba temukan alasan yang sebenarnya...!!!
Merujuk ke ungkapan "saling melayani dan saling merendahkan hati" mungkin itulah yang menjadi alasan utama sehingga teman2 and saudara2 kita dari jemaat GMAHK Pionir BOntang, Kalimantan ini terlihat bersatu padu tua-muda ,dalam upacara kudus ini.GBU all bro..