Saturday, February 28, 2009

WHEN THE DAY'S COME....



Ketika saatnya tiba bagi kita tuk menutup mata, ketika kita terbaring lemah tanpa dapat berbuat apa-apa, ketika bayang-bayang kegelapan mulai mengahampiri dan menghimpit, apa yang kita akan katakan...


Sama halnya dengan seorang suami yang super sibuk, pebisnis handal, dikelilingi oleh orang orang penting yang pada satu ketika hanya dapat tertunduk lesu sambil memegangi sekuntum mawar sementara matanya yang berair tidak lepas dari gundukan tanah yang ditumbuhi rumput rumput liar.Sebuah nisan usang terpampang dengan ukiran nama seorang wanita, ya ..itu isterinya. Wanita yang selama ini melayaninya siang dan malam, wanita yang menyambut tamu-tamunya selalu dengan senyum, wanita yang selalu membukakan jaketnya ketika masuk kedalam rumah,wanita yang selalu mengantarnya kedepan pintu tanpa pernah sekalipun lupa untuk mengecup nya dan selalu bertanya kejadian satu hari ini ketika sudah sampai dirumah dan sering membentaknya karena selalu ingin tahu. Wanita yang tidak terlalu cantik dan tidak sepadan dengan rasa kopi yang dia hidang kan setiap kali tamunya datang.Semuanya sudah berlalu tanpa ucapan terimakasih untuk sang isteri yang sudah pergi..,dia hanya seorang wanita yang tidak berpendidikan yang tidak mengerti bisnis tapi dia adalah seorang wanita yang sanggup membuat para pebisnis ulung datang dirumahnya dan membuatnya selau datang dengan penawaran baru.Semuanya sudah hilang dan terlambat...sang isteri hanya mengharapkan sedikit penghargaan saja, hanya 'terimakasih" dan itupun belum sempat diucapkan..


'Tuk kita semua sebagaimana kita sudah dengar berita tentang Kel.Pdt.Panjaitan Yunus ( ortu Pdt.David Panjaitan) kelak kita juga akan menghadapi hal yang sama. Sudah siapkah...sudah tidak ada lagi yang tertinggal 'tuk dilakukan..?




Beranikah kita berkata seperti mereka ini...




I die hard but am not afraid to go.~~ George Washington, US President, d. December 14, 1799


I have offended God and mankind because my work did not reach the quality it should have.~~ Leonardo da Vinci, artist, d. 1519


Don't worry chief, it will be alright.~~ Rudolph Valentino, actor, d. August 23, 1926


Lord help my poor soul.~~ Edgar Allan Poe, writer, d. October 7, 1849


Now I have finished with all earthly business, and high time too. Yes, yes, my dear child, now comes death.~~ Franz Leher, composer, d. October 24, 1948

Oh, do not cry - be good children and we will all meet in heaven.~~ Andrew Jackson, US President, d. 1845


ataukah kita akan berkata..


Don't let it end like this. Tell them I said something.~~ Pancho Villa, Mexican revolutionary, d. 1923

I am a Queen, but I have not the power to move my arms.~~ Louise, Queen of Prussia, d. 1820


No, I shall not give in. I shall go on. I shall work to the end.~~ Edward VII, King of Britain, d. 1910




To Panjaitan's great Family :


"Kita semua Willis Crew turut berduka cita atas perginya orang tua yang kita cintai semoga keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan dalam waktu yang tidak lama dukacita yang ada sekarang akan berganti dengan sukacita yang dari pada Tuhan. Tuhan memberkati kita semua.."






Saturday, February 21, 2009

GMAHK WILLIS FIGHT...

"Thank God, Jemaat willis akhirnya sepakat tuk renovasi gereja", itu adalah ungkapan yang keluar dari hati semua anggota ketika disepakati 'tuk mulai pembangunan sekitar dua bulan lalu. Pendeta Siregar Amerlin, adalah pendeta kita di Willis sekarang ini. Beliau ini sudah banyak bekerja 'tuk cari dana sehingga renovasi sudah mencapai setengah proyek.Menilik dari kemampuan GMAHK Willis untuk renovasi adalah satu hal yang sangat mustahil karena kita semua tau keadaan ekonomi masing-masing keluarga di Willis (red :walaupun kita sudah lihat sendiri bagaimana setiap anggota sudah berusaha berikan yang terbaik).Uluran tangan para Donateur adalah hal yang membuat impian jemaat Willis hampir terwujud walaupun pada saat ini pembangunan terhenti karena masalah klasik setiap pembanguna gereja Advent( red : kurang dana ya..),para donateur sudah lakukan apa yang mustahil tuk kita lakukan and we have to say "Thank God for watching Us" Sekarang pembangunan terhenti, tapi satu keyakinan yang kita semua tau mengajar kita untuk bisa bersabar "Tuhan akan campur Tangan". Terimakasih banyak buat para Donateur yang sudah menjadi perpanjangan tangan Tuhan tuk pembangunan ini, kiranya Tuhan berkati semua pekerjaan mereka sehingga berkat Tuhan boleh disalurkan melalui mereka dan melalui masing-masing kita juga . Biarlah kita sama-sama berdoa kiranya pembangunan ini dapat dilanjutkan kembali dan perbaktian yang layak dapat kita persembahkan untuk kemuliaan Tuhan. God bless You all...

GMAHK WILLIS FIGHT..







Gereja tampak samping( cat hijau tua, rumah tetangga)


masih Pembangunan


Thursday, February 19, 2009

CANDLE LIGHT


CANDLE LIGHT

Lima Pemudi cantik dan aktif di klub Pathfinder Jl.Simbolon adalah gambaran paling mudah dari mereka. Pertama sekali menyanyi di GMAHK Pematang siantar dan memiliki pengalaman paling seru ketika menyanyi di LP Pematang Siantar (red: tanya kenapa?). Empat dari mereka masih duduk di bangku SMA dan satu lagi sudah mahasiswi.(red: bagian mu ni jon!). Penyuka lagu Twinkle Little Star ini punya harapan mulia loh. “Menggunakan setiap talenta yang ada untuk selamatkan jiwa-jiwa yang rindu akan hadirat Tuhan”. Berikut ini profil singkat mereka:


1. Nama : Ketlyne Lawra Hutajulu
TTL : Rantau Parapat, 27 November 1990
Anak ke : 2 dari 3 bersaudara
Pendidikan : SMA

2. Nama : Stephanie Anni Melissa Pakpahan
TTL : Jakarta, 20 juni 1991
Anak ke : 1 dari 3 bersaudara
Pendidikan : SMA

3. Nama : Evi Julyanti Situmorang
TTL : Pematang Siantar, 22 Juli 1989
Anak ke : 11 dari 12 bersaudara
Pendidikan : Mahasiswi

4. Nama : Katherine Richel Tambunan
TTL : Pematang Siantar, 9 oktober 1993
Anak ke : 1 dari 3 bersaudara
Pendidikan : SMA

5. Nama : Yessica Juliastri Sagala
TTL : Bandung, 25 Juli 1992
Anak ke : 3 dari 4 bersaudara
Pendidikan : SMA

Candle Light ini sudah cukup dikenal di sekitar Pematang Siantar dan beritanya mereka lagi persiapan mau rekaman album pertama (red: ngerinai ate!!). So buat teman-teman yang pengen masuk di fans club buruan daftar nanti nggak dapat tanda tangan (red: sebenarnya seh bisa saja dapat tapi ntah tanda tangan siapa…?)
Orang-orang bilang (red: yang mana orangnya, tunjukkanlah…he…he…he !) kalo’ Candle Light itu selalu bersemangat, suaranya khas, nyanyiannya menyentuh hati, orangnya easy going (red: easy come, easy go..?), seru abiezzz, spice girls banget, dll… so buat teenagers, buruan daftar di fans club mereka ,ntar gak kebagian tandatangan ama foto bareng ( suit...suit...red : benar loh, mereka memang OK !)

Buat CL, Willis crew ucapin: Congratulation…..! Semoga sukses dan segera on air. (red: kalau da' rekaman CD nya kirim ke Willis dong!

Tuesday, February 17, 2009

PEMUDA, PENUMPANG KELAS III


PEMUDA, PENUMPANG KELAS TIGA…

Departemen Pemuda, adalah wadah paling tepat ‘tuk menyatakan keberadaan ku disini mengikuti seminar” Tell The World ” di Pematangsiantar. Pembicara yang datang adalah para ahli yang memang nama besar mereka sudah menjamin kualitas seminar. Pdt.K.R Sagala, dengan suaranya yang khas , jelas dan besar tentu sudah tidak asing dikalangan pemuda Advent. Pdt.Joko Suarso, dengan suara yang lembut dan pribadi yang low profile tentu membuat suasana lebih adem dan pembicara terakhir adalah Ibu Sihotang, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dan bersahaja ini , tentu merupakan sosok penting yang memberikan taste yang berbeda diacara ini. “Bukan hanya Tell The World tapi Show The World”, adalah pernyataan yang luar biasa yang disampaikan Ibu yang terlihat lebih cantik dengan setelan hitam ini membuat Ibu-ibu dan Bapak-bapak yang mengikuti seminar lebih bersemangat.

Biaya pendaftaran hanya Rp.90.000 ( mungkin sudah pas tuk biaya selama seminar dari kamis siang – Minggu siang) memancing saya datang ditempat ini dengan harapan dapat bertemu dengan teman2 dari daerah lain.
Malam pertama ( Kamis malam), saya terbangun sekitar pukul 2.00 pagi dan duduk sementara saya coba melihat disekeliling terlihat tubuh-tubuh lemah, wajah-wajah keletihan dari para kaum pria yang terlelap. Salut, adalah kata yang tepat buat mereka yang sudah beruban.
Malam ke dua ( Jumat malam), saya kembali tersentak dari tidur mungkin pukul 3.00 pagi, duduk dan melihat sekeliling mencoba mencari sumber suara batuk, ada beberapa orang tua sedang terjaga dan duduk ( mungkin batuk bareng..).
Malam ke tiga ( Sabtu malam),saya melangkah diareal kantor daerah merasa gundah ketika sebuah suara lembut terdengar hanya sekitar 30 cm dibelakangku berkata “ Udah , kita ke kota daripada mondar-mandir disin”i.Kami hanya satu jam di sana dan kembali menuju lokasi seminar. Spanjang perjalanan saya harus diposisi paling belakang, karena teman2 ini agak susah menyebrang jalan , dan sepanjang perjalanan mereka tertawa lepas sambil sesekali batuk melengkapi tawa mereka.
“ Aku harus pulang besok pagi”, itu tekadku ketika hendak tidur, mataku masih sempat memperhatikan ruangan yang sepertinya tambah luas.Alas tidur ku gandakan ( mungkin triple) dan mencoba menikmati keheningan yang mencekam.
Minggu pagi, aku gak jadi pulang masih ada seminar, banyak bangku kosong, seperti biasa seminar RT dari Ibu Sihotang, dan Penginjilan dari Bapak Sagala dan Bapak Joko.
Sorry, aku lupa bilang kalau Sabtu pagi gereja penuh dan ada beberapa group menyanyi. Ku coba amati sekelompok pemudi sedang menyanyi (sudah pernah ketemu di kongres Pemuda di Inalum, ya mereka menamainya Candle Light..)
Sabtu sore ada seminar tentang kepemudaan ( mungkin lebih tepat dibilang tentang Pathfinder, pembahasannya menarik tapi sepertinya tidak berpengaruh ke debat kusir sekelompok orang muda di teras gereja, tepat nya disampingku.( mungkin empat orang,malam nya aku gak ketemu lagi dengan mereka…)

Minggu siang, acara selesai dan peserta seminar ambil foto di depan kantor daerah dan kemudian menikmati makan siang yang terakhir..( sepertinya ada beberapa orang tidak dapat jatah makan, dah habis kali..)
Tas hitam ( bukan dari kulit buaya) kusandang dipundak, aku melangkah meninggalkan bayangan bangunan kantor yang sudah tua sambil berujar lirih…”Ini yang pertama dan terakhir karena kami Pemuda hanya Penumpang Kelas Tiga…”

Saturday, February 7, 2009


Mazmur 34 : 15 “Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong.”

Sometimes when we're lonely...
when u feel there's no one beside u
some othertimes u feel discourage
that's the time we take a short count
to think what we want.
When the pain touch u n me
the tears come night n day
Lonelines is the only one I never want to be
I just need a friend that won't ever pass me by